Saturday, October 18, 2014

Deepest confession

The smile refills every day, 
the laugh cheers up each day 
and the happiness reruns every day

Nothing more that i could expect except this relationship will be long last
I do feel i am the one beloved
I am the one who be blessed
I am the one the only queen in his life

I felt that time was limited when i am with you
And the argument that we had is just the chance for us to know each other better
Without having less of love because it's even grow more when i hug you
You knew that i always feel it for you

And all i know now is, i'm falling in love with you every single day, dee.



Lee-

Sunday, July 27, 2014

Kemenangan baru

Ada yang baru dalam kemenangan tahun ini..
Tahun kemenangan yang mulus tanpa butir pilu..
Yang ada hanya wajah baru, perisai baru, kebahagiaan baru..
Harapan baru.. :)

Malam takbir kali ini terasa lebih gempita..
Bukan karna kembang cahaya di angkasa..
Atau karna tabuh bedug yang dibawa keliling remaja2 dari rumah ibadah..
Tapi karena bisikan doa yang kupanjatkan padaNya, Allah Ta'ala
Sepenuh hati, sepenuh raga,,

Allah baik, lancarkan jalan kami..
Pelihara kebaikan dan kebahagiaan dlm hati kami,,
Temani hati kami dengan tiang keyakinanMu..
Lingkari perjuangan kami dengan restuMu.
Biarkan kami segera merasakan kemenangan atas semua yang kami usahakan..
Kemarin, hari ini hingga nanti waktunya tiba. :)

Selamat hari raya kemenangan pertama, bingkisan tersayang dari Tuhan :)
Semoga segera merayakan kemenangan bersama..
Semoga bisa segera sungkem di pangkumu, sebagai wujud patuhku padamu sebagai seorang wanita..
Seutuhnya.. Selamanya.. :)

Aamiin.

Sunday, June 29, 2014

Senyum tanpa tatap muka




















Pesan panjang ini membuat saya menyungginkan senyum
Bersyukur betapa baiknya laki - laki kesayangan di sebelah saya ini

ada yang bilang manis ini mungkin sementara
ada yang tertawa mengatakan ini mungkin tidak bertahan lama..
well, entahlah, memang tidak ada cinta yang selalu kuat selama - lamanya
kadang menggebu, kadang lunglai
itu biasa..
yang tidak biasa itu, cara dan kemauan kita untuk tetap disana..

jalan sama - sama meski tidak selalu bergandengan di dunia nyata..
menjaga bersama tidak hanya saat saling tatap muka..
ada doa dan Tuhan yang selalu senantiasa melingkari kebaikan dan keyakinan kita bersama..
iya kan, bapak Negara? :)

Terima kasih, ya. ^^

A hello of my deepest goodbye

Hello you, someone that should called as dad, how are you?
 I hope you feel better now up there. :)

You know what, i have so many things to tell, i think
Or maybe i have nothing to say, perhaps
I hope you i can spend more time with you, to cry on you, to yell on you and to mad at you
To let you know that is is all your fault, it is because of your own fault
You never change
You are still the same person that had left me there
You never put any effor to know what i am doing, where i have been or what i have be till this time

They taught me to survive, i survived as much as i can do
I got pride by my own way
I grow up stronger
I acknoledge you as a most hate person in my whole lifetime

They said i should not try to looking for you, some said  i should try to finding you
Do you know how to standing between of those?
It is really tiring. I am telling you, it really is.
I even have said several times that i would have no idear what my feeling will be like if i lose you, if you passed away
I really have no idea
Those 'old time' bad memories are just the reason why i still did not take a time to find you seriously
I do not bothering myself to think or worry about you

Until i get that news
When bigga tells me that you passed away, I cry
I shocked. I lost. I cry













Not sure if i had tell you this before, but i will tell you this again
I think i really could not hate anybody forever
I could not hate you nor any of my ex nor anybody that  hurt me, just the way my parent did
I could not hate you, eventhough i know that you are a deep dark monster of my whole life
I am sorry,,
I am so sorry i do not have any chance to say all of these to you
I am so sorry i could not say any goodbye before you go
I am so sorry i did not plan to come earlier to visit you
I am so sorry bigga and I were not on beside you when you face  your final way

I do really sorry

I hope i could visit you in the next two weeks when i came back from here
I hope you do not mind to accept my delayed
I hope it will be fine, for all of us, if i decided to start to taking care the place where you lay down now
I hope it can be another hello of us
Aamiin. 

I missed you.

Best regard of your daughter.

Thursday, June 12, 2014

Dee :)

Aku bahagia memintamu melalui Tuhan..
Aku bahagia memintamu melalui renungan malam..
Aku bahagia memintamu melalui tengadah kedua telapak tanganku..

Kamu.
Iya, Kamu. 
Dee. :)



Wednesday, May 21, 2014

Tentang Negara


#1

Negara

“Nanti kirim alamat emailnya ya ke sms. Biar saya kirimin presentasinya..”

“Oke..”

Beberapa menit kemudian, message diterima.


Alay narsis, gumamku dalam hati. Setelah mengirimkan pesan dari email google, muncul id nama Derry Artha Negara di friend list google mail. Hm, Negara? Itu nama aslinya? Pertanyaanku melambung kosong ke udara.

 

#2

Uluran tangan sampai hati

“Butuh bantuan ngga?”

“Hm.. ya.. boleh”

Percakapan itu pendek. Tanpa ada maksud apapun. Sekedar ingin membantu melangkah, tangannya pun mengulur tulus.

Aku tidak menatapnya, tidak pula menengadahkan kepala untuk sekedar memberinya isyarat apapun. Tanganku hanya mengulur, menyerahkan tumpuanku pada genggamannya untuk dapat memindahkan kaki yang terhalang barang - barang.

Dan dentum aneh itu pun terasa. Degup itu halus tapi terasa seperti arrhythmia.

Tuhan, ini apa? Ucapku dalam hati.

Tentu saja, Tuhan pun tidak langsung serta merta menjawabnya. 

 

#2

Canda yang didengar Tuhan

“Itu yang di luar sodaranya?”

“Haah? Bukan. Itu partner beda perusahaan, Bu.. Hehe”

“Oh, kirain sodaranya. Tapi mirip loh, cocok! Yaaa, mungkin aja kan jodoh.. Hihi”

“… Hahahahaa…. “

Tawaku lepas bersama tawa ibu – ibu perawat serta bidan yang berada dalam ruangan.

Tuhan, terdengar kah? :)

 

#3

Bungkam romantis

Bicaranya tidak berhenti. Siapapun dihadapannya, apapun jabatannya, bagaimanapun rupanya, ia tidak akan segan membagi tawa dan gurau.

Berbicaralah. Tertawalah. Itu kebiasaannya. Sampai aku lelah menanggapinya. Antusiasmenya. Dan aku memilih mengulurkan tangan untuk membungkam mulutnya. Ayolah, diam kamu, begitu artinya.

Ya, dia diam beberapa saat. Merelakan diri untuk hening dalam bungkam tanganku. Yang kemudian ditarik olehnya. Digenggamnya selama beberapa detik. Kemudian lepas tanpa wacana lanjutan.

Ada yang tidak biasa.

Aku?

 

#4

Eratnya genggaman

Aku tidak tahu kita ini apa. Atau kita ini kenapa. Yang ku tahu, kupu – kupu itu tak pernah berhenti menari di perutku saat tanganku kamu genggam. Tangan itu tidak kekar, tapi kuat. Lembut tapi berwibawa. Dan aku tidak pernah bosan menyelipkan jemariku diantaranya.

Walau rasanya seperti hanya sedang bermimpi. Mimpi yang terlalu indah.

 
#5

Aku seorang stalker ulung

Umh, nah.

Aku hanya perempuan yang memiliki terlalu banyak waktu luang. Sampai – sampai punya pikiran iseng untuk membuka google dan menuliskan Derry Artha Negara dalam kolom search. Aku mencarinya begitu saja dan mengenalnya melalui itu.

Nessa Artha Negara. Yes, there’s someone else who have Artha Negara as her last name. Ah, she must be his girlfriend, I thought. Then I smile.

I saw he also has a facebook with a cute pose as his profile picture. Dan entah kenapa, melihat fotonya yang di latar belakangi dengan patung award yang mirip salib, serta cara dia berdoa sebelum makan saat pertama kali bekerja sama, aku mengira keyakinannya berbeda denganku. Sambil bilang “thank God” dalam hati, lagi – lagi aku tersenyum. 


Tuhan, ini apa? Ucapku lagi dalam hati.

Lagi – lagi, Tuhan pun tidak serta merta menjawabnya. ah, Tuhan ini.

 

#6

Padahal Cuma nasi

“kenapa? Kenyang ya?”

“hehehehe iyaaa… mau nasi gw yayayaa..”

“iyaaa,, ehehhee”

Nasi putih dari piringku pun kupindahkan ke piringnya. Sama dengan perasaanku yang ikut kupindahkan, sengaja atau tidak sengaja. Sepertinya, ke kamu.

 

#7

Seribu cara jadi anak nongkrong

“lo ngga ngantuk?’

“ngantuk sih sedikit..”

“jadi mau nongkrong di pinggir kolam dulu atau engga?”

“iya hayu,, ya udah ketemu di depan. Gw ganti baju dulu..”

“okey..”

“eh tapi..”

“kenapa?”

“Gw,, boleh pinjem jaket lo? Kayanya gw ga bawa baju luaran lagi, tinggal baju tidur doang sama baju rapih buat besok pagi. hehe.”

“Oh, iya ini ga papa. Pake aja.. nih”

“Oke, gw ganti dulu ya..”

“Sip, nanti gw ketok kamar lo”

Jaket itu kuterima sambil senyum. Iya, senyum tablo.

 

#8

Celoteh malam sebelum tidur pagi

- Perjuangan hidup

“Gw besar di Jakarta bareng adek gw. Bokap nyokap sama adek yang paling kecil tinggal di Palembang. Gw ngekos disini. Jeleknya gw, gw ga bisa kalo tidur ga pake ac. Jadi aja kosannya rada mahal. Bayarnya rada setengah mampus.. hihihi”

“Gw doyan banget maen game. Sampe – sampe laptop di kosan gw ga pernah mati karena selalu gw pake buat maen. Adek gw juga gitu. Dulu waktu bokap nyokap sempet rada lama ga ngirimin uang, gw mulai bisnis dari game. Gw maenin gamenya kaya orang gila, ngga tidur buat menangin item – item bagus di game ataupun tanding di game. Dari situ gw bisa dapet duit. Alhamdulillah bisa nyambung idup waktu bokap nyokap lagi ga bisa transfer”

“Selain harus mikirin buat nyambung hidup, gw juga perlu mikirin gimana caranya gw bayar uang kuliah. Karena ada beberapa bulan bokap nyokap gw ga transfer, ga tau deh kenapa. Kayanya sih waktu emang lagi sulit – sulitnya banget.. kebetulan ada beberapa junior yang minta bantuin bikinin KTI, terus mereka ngasi gw upah deh buat itu. Dari mereka – mereka juga gw jadi bisa ikut wisuda.. hehehe..”

“Gw bisa masak. Selama di jkt, dulu gw sama adik gw lebih banyak stok indomie. Semenjak ada temen cewe gw ikutan numpang, mereka jadi sering stok bahan makanan dan  gw kebagian masakin makanan buat mereka. Ga tau sih enak apa ngga. Tapi kayanya selalu abis tuh kalo gw masak. Ahahha”

- Pacar

“Lo punya cewe?”

“Haha.. engga punya, ga sempet bu.. keluar kota melulu kan sekarang”

“Oiya ya.. ahhaha..”

Titik.

- Pelajaran pas kuliah

“Lo gimana, repot ngga belajar di sekolah Muhammadiyah?”

“Engga tuh.. ga terlalu susah juga ke gwnya..”

“Lah, emang lo ga repot kalo lagi ada pelajaran bahasa Arab?”

“Engga, kan tinggal baca doang.. baca doang mah masih bisa.. ehhehee”

“Oo bisa ya.. hihihii “

 

#9

Pria muslim itu adalah pria yang pergi shalat Jumat

Hari ini hari jum’at. Ya, semua pria muslim harus berangkat shalat jum’at. Begitupun customer yang sedang aku tunggu kedatangannya. Beliau belum bisa datang menemuiku karena harus shalat jumat. Laporan ke Sang Maha Hebat, Sang Pemberi Senyum dan Sang Pengatur Hari. Hari kesukaanku, jumat. :)

“Eh, gw titip tas dulu ya..”

“Oo.. oke, mau kemana emang lo?”

“Gw mau sholat jumat.. Tapi belum tau mesjidnya dimana..”

Degup halus dalam hatiku muncul lagi.

“…… elo.. sholat?”

“Iya lah gw sholat, emang kenapa?”

Aku terpana didepannya. Masih tidak percaya, kuulangi lagi pertanyaan itu.

“Elo.. Islam?”

“Ya ampun, iyalah. Emang lo kira gw apaan? Haha, ya udah ntar terusin lagi, gw cabut dulu ya.. takut telat. Soalnya ga tau kalo disini jumatannya jam berapa..”

“…Errh, Oke..”

Jawabanku pasti terdengar seperti orang yang siap pingsan di tempat. Mampus gw, mampus, pikirku dalam hati. Arrythmia muncul, denial dalam hati pun hancur berantakan.

Lagi – lagi aku bertanya, Tuhan, ini apa? Setelah arrhythmia, rasanya kali ini ada kupu – kupu yang menari di perut.

 

#10

Bahu gratisan
Saat itu sedang menunggu boarding. Aku tidak ingat berapa lama ia berkomunikasi dengan temannya via hp. Yang ku tahu, mataku terasa berat luar biasa. Samar masih ku dengar ia sibuk menanggapi teman bicaranya "iya itu masukkin aja produk yang itu.." "iya nanti gw coba cariin tempat yg lebih enak.." "Bla.. Bla.. Bla.." Bzzzz, dasar tukang kecap, sebutanku untuk teman - teman yang  berprofesi sales. Seolah ocehannya seperti dongeng sebelum tidur, kesadaranku pun mulai menurun dan aku  tertidur pulas sambil duduk. Boo.. Keboo...

Kira - kira 15 menit kemudian, aku terbangun dengan leher yang luar biasa pegal. Ah, dasar bodoh, sudah tahu punya masalah dengan otot dan saraf leher, bisa - bisanya memaksa tidur sambil duduk. Alhasil, leher pun sakit luar biasa. 

Saat kubuka mata, ia sudah siap memegang jaketnya untuk menyelimutiku. Jaket yang mulai kusukai sejak pertama bertemu dengannya. 

"Tadi mau nyelimutin langsung takutnya kebangun. Jadi nunggu bangun dulu aja baru diselimutin beneran. Kasian soalnya keliatannya cape.. Oiya, nyender di bahu gw aja sini, kasian lehernya pasti cape.."

Aku menurut. Manggut sambil merebahkan kepalaku di bahunya.

Aku tidak bilang bahwa bahu itu adalah bantal paling nyaman yang pernah aku pakai untuk tidur. Tapi sungguh, bahu itu adalah bahu terindah yang pernah orang tawarkan padaku. Bahu itu adalah bahu tergagah yang paling manis menopang lelahku. Lelah apa? Aku tidak memastikannya. Hanya membiarkan semuanya bersandar disana begitu saja. Iya, bahu gratisan.



Tuhan, jika bahu gratis ini hanya ada dalam mimpi, jangan biarkan aku bangun dulu ya. Plis ieu mah euy. Hehe.

 

 #11

Tidak percaya bahagia dapat diperbaharui

Apapun ini, bagaimanapun  ini, aku tidak terlalu peduli. Pun tidak berani memikirkannya terlalu jauh.

Ingat lingkaran hitam symbol pengikat. Ingat isi hati yang berontak setelah diijinkan bergenggaman dengan nafas yang lebih membara. Ingat kupu – kupu yang menari sangat lincah di dalam perut tanpa bisa memberi tahu kenapa ia sangat bersuka cita.

Perpisahan itu mengheningkan isi semuanya. Sedihnya, bahagianya, sukacitanya. Aku memilih mematikan rasa dan tetap menjadi irina. Yang baik – baik saja.Yang tidak ambil pusing pada apa yang baru terjadi di hadapan mata. Meskipun itu Derry Artha Negara. J

Sampai pertanyaan itu datang. Dan pesan singkat itu aku dapatkan.

“Dari kapan ya?”

 Nah, kan.

 

#12

Salam pisah untuk pertemuan yang baru

Setiap pertemuan, pasti ada perpisahan. Kupikir Tapi yang kuingat, komunikasi itu tak lagi berjeda. Ada aku kamu yang tidak lagi terasa asing di telinga. Ada yang menghubungkan, ada yang menarik hati dan pikiran untuk terus menjaga alur bicara. Tidak ingin putus saat tengah hari atau tengah malam. Meskipun tak bisa kuingat lagi parasnya dengan baik. Ya, ingatanku pendek.  Hehehe

Ingin bertemu lagi. Ingin mengulang lagi.

Ah, tamaknya aku ini. Bolehkan Tuhan? Bolehkah setamak ini?

Message received.

 Serius banget sih mukanya di depan atm.’

Aku menengok ke kanan kiri untuk mencari wajah yang sudah hampir aku lupa. Tidak bisa memastikan tingginya, arah rambutnya, senyum  isengnya sampai gerak – gerik jenakanya. Ya, aku hampir lupa.

Sampai kulihat wajahnya saat sedang bersembunyi sambil mengintip lucu. Kupastikan tingginya, kupastikan arah rambut barunya, kupastikan senyum  isengnya dan kupastikan gerak gerik jenakanya ketika ia menghampiriku. Ya, itu dia. Masih orang yang sama. Derry Artha Negara.

Kami bertemu lagi. Meski hatiku belum sepenuhnya pasti, tapi aku tahu mauku pasti. Aku mau kamu.

Tuhan, tolong dengar mauku yang satu ini ya. Yayaya?

#13 

Sujud Ashar pertama
"Maafin aku ya, aku mungkin belum mampu ngimamin magrib atau subuh kamu. Tapi aku janji secepatnya, aku bisa ngelakuin itu. Jadi sekarang Ashar dulu ya yang aku imamin, ya sayang?"
Aku tersenyum gemas karena melihat wajah membujuknya yang begitu serius. Aku tidak pernah berani memaksanya langsung untuk hal yang satu ini. Ada yang pernah bilang kalau pembelajaran mengenai keyakinan seseorang itu tidak pernah bisa dipaksakan. Terutama agama, yang notabene merupakan urusan individu dengan Tuhannya sendiri.
Tapi, wanita mana sih yang ngga kepingin diimami sama laki - lakinya? Mudah - mudahan kamu tau, aku bukan salah satu diantaranya. :)


#14

Cantiknya kamu

Aku pernah merasa tidak cantik cukup lama. Entah mungkin karena aku yang tidak lagi peduli bagaimana harus menjadi cantik. Sampai kamu datang dan selalu membuatku merasa cantik.

“selamat makan, cantik.”

“jangan lupa sholat ya, cantik.”

“selamat tidur, cantik.”

“I love you, cantik.”

"Senyum ya cantik, karena aku sayang kamu." 
Ya, aku tersenyum, lebih sering dari sebelumnya. Kamu salah satu isi senyumku. Senyumku karena cintamu. Negara.

Doa demi doa mulai kupanjatkan dengan lebih khusyuk. Aku harap, aku tidak terlihat tamak dihadapan Tuhan karena begitu menginginkanmu. Aku berharap, pintaku agar kamu jadi imam dalam sujud dan bangunku tidak muluk. Iya, aku belum bosan mengatakannya. Aku mau kamu. 
Orang yang itu, Tuhan. Boleh ya? :)